SARI PENELITIAN PEMBELAJARAN 2006

a1kclSARI PENELITIAN

Kode : PTK.2006.01
Peneliti/Penulis : Putu Yasa 1), I Ketut Arya2), Wayan Suhartayasa2)
Institusi : 1) Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas
Pendidikan Ganesha, 2) SMP Negeri 2 Singaraja
Judul : Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Penilaian
Berbasis Kelas untuk Meningkatkan Kompetensi Fisika Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja
Tahun Laporan : 2006

Bidang Kajian : Metode Pembelajaran Sains
Kata Kunci : pembelajaran berbasis masalah, kompetensi dasar fisika,
aktivitas belajar siswa

Rendahnya hasil belajar dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan tidak selalu berakar pada rendahnya kualitas bekal ajar awal atau kemampuan belajar siswa. Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja yang relatif baik kualitas akademiknya ternyata juga masih menunjukkan hasil belajar Sains/Fisika yang kurang memuaskan. Ditengarai ada faktor-faktor lain yang menyebabkan rendahnya kualitas hasil belajar siswa tersebut, antara lain rendahnya keterlibatan siswa di dalam kegiatan belajar, kurang efektifnya pembelajaran karena guru belum sepenuhnya menguasai metode pembelajaran yang digunakan, terlalu banyaknya siswa dalam sau kelas, dan kurang tepatnya cara evaluasi yang diterapkan.

Dalam upaya untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar Sains/Fisika di SMP Negeri 2 Singaraja tersebut tim peneliti menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah dengan penilaian berbasis kelas dan setting pembelajaran kelompok/kooperatif. Di dalam penelitian tindakan ini siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan kepada mereka diberikan masalah yang harus dipecahkannya di dalam kelompoknya masing-masing. Kepada mereka juga diberitahukan bahwa semua aspek dari aktivitas belajar meraka akan diamati dan dan dianggap sebagai bagian dari keberhasilan belajar. Kepada siswa juga diberikan angket untuk mengetahui sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang digunakan. Setelah kelompok-kelompok siswa menyelesaikan tugasnya secara bergantian masing-masing kelompok menyajikan hasil kerja kelompoknya sementara kelompok yang lain bertindak sebagai pengamat dan pembahas. Siklus pembelajaran ini dilakukan untuk dua pokok bahasan yaitu Suhu dan Pengukurannya, dan Pemuaian.

Analisis dan refleksi terhadap hasil pengamatan kegiatan belajar siswa dan penilaian terhadap hasilnya serta isian angket siswa menunjukkan bahwa pada siklus pertama aktivitas belajar yang dirancang belum sepenuhnya efektif. Interaksi siswa-siswa dalam kelompok belum produktif dan hasil belajar belum mencapai tingkat keberhasilan dan ketuntasan yang diharapkan. Hal ini mungkin disebabkan karena siswa belum terbiasa terlibat di dalam pembelajaran inovatif, dan masih berharap memperoleh sebanyak-banyaknya pengetahuan dari guru. Siswa belum terbiasa menggali sendiri sumber-sumber pengetahuan yang ada dan memecahkan masalah sendiri. Ketergantungan kepada guru masih terlalu besar. Sikap mereka terhadap model pembelajaran inovatif juga berlum sepenuhnya positif. Demikian pula keterampilan mereka di dalam melakukan percobaan. Rata-rata skor yang dicapai siswa adalah 64,13 dan hanya sekitar 50% siswa mencapai standar ketuntasan.

Di dalam siklus berikutnya dilakukan perbaikan-perbaikan berdasarkan apa yang terlihat di dalam siklus sebelumnya. Perbaikan ini antara lain dilakukan dengan meningkatkan fasilitasi terhadap pembelajaran siswa dua orang guru atau anggota tim bertindak sebagai fasilitator dan terlibat lebih jauh di dalam diskusi kelompok. Upaya ini menunjukkan hasil yang memuaskan dengan meningkatnya keaktifan dan hasil belajar siswa serta sikap yang lebih positif terhadap model pembelajaran inovatif. Rata-rata skor hasil tes formatif mencapai angka 74,67 dan 85,50% siswa mengapresiasi positif dan sangat positif pendekatan pembelajaran yang digunakan. Hasil belajar psikomotorik juga menunjukkan peningkatan. Dapat dikatakan bahwa semua siswa telah terlibat aktif di dalam aktivitas pembelajaran yang direncanakan.

SARI PENELITIAN

Kode : PTK.2006.02
Peneliti/Penulis : Amali Putra1), Yunida Herawati2), M. Efendi2)
Institusi : 1) Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Padang,
2) SMA Negeri 3 Padang
Judul : Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber
Belajar dalam Meningkakan Aktivitas Bertanya dan
Kemampuan Menjelaskan Konsep dan Prinsip Fisika Siswa di
Kelas 1 SMA 3 Padang
Tahun Laporan : 2006
Bidang Ilmu : Pendidikan Sains
Bidang Kajian : Metode Pembelajaran Sains
Kata Kunci : sumber belajar, lingkungan belajar, hasil belajar, concept
learning

Dalam pembelajaran Sains keterlibatan siswa pada umumnya masih rendah. Tidak terkecuali yang terjadi pada siswa kelas 1 SMA Negeri 3 Padang. Hal ini ditandai antara lain dengan rendahnya aktivitas siswa untuk bertanya atau berpendapat pada saat mengikuti pembelajaran fisika. Sebagai dampaknya penguasaan konsep fisika siswa juga rendah, sebagaimana terlihat pada hasil evaluasi belajar. Dalam rangka mengatasi rendahnya kemampuan bertanya dan berpendapat ini, tim peneliti berusaha melatih kemampuan bertanya dan kemampuan berpendapat siswa dengan mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan mengembangkan model pembelajaran kooperatif didukung dengan penggunaan modul yang berorientasi pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Di dalam setiap siklus—yang terdiri dari sejumlah pertemuan siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kooperatif untuk mempelajari modul berorientasi lingkungan untuk pokok bahasan Listrik Dinamis. Langkah pembelajaran yang diterapkan terdiri dari tujuh tahapan, yaitu orientasi model pembelajaran, pengerjaan modul secara mandiri dan berinteraksi dengan lingkungan, diskusi kelompok, presentasi kelompok, tanya jawab antar kelompok, penjelasan dan penamaan konsep oleh guru, dan tes pemahaman konsep.

Analisis data penelitian menunjukkan telah terjadi peningkatan dalam aktivitas bertanya dan kemampuan menjelaskan siswa, dan hasil belajar yang ditunjukkan dengan skor pemahaman konsep dan prinsip. Peningkatan kemampuan bertanya berkisar antara 6,8% sampai 18,6%, kemampuan menjelaskan meningkat antara 5% sampai 40%, dan pemahaman konsep dan prinsip juga meningkat, walaupun skor pemahaman rata-rata baru mencapai 40,8. Dari angket yang disebarkan kepada siswa untuk mengetahui sikap mereka terhadap penggunaan strategi pembelajaran ini juga terlihat sikap yang mendukung yang makin meningkat.

Meningkatnya keaktifan siswa di dalam pembelajaran antara lain didorong oleh adanya semacam kewajiban untuk aktif mengemukakan pendapat di dalam diskusi kelompok maupun saat presentasi kelompok. Apalagi bahan yang dipelajari dapat dikaitkan dengan fenomena yang biasa mereka jumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Semakin lama siswa terlibat di dalam pembelajaran yang mengedepankan keaktifan mereka, siswa semakin termotivasi untuk menunjukkan kemampuan mereka berbicara dalam bentuk menyampaikan pendapat, mempertanyakan hal yang menurutnya masih belum jelas benar, atau membetulkan penjelasan siswa lain. Gejala ini terlihat lebih jelas khususnya pada siklus dua di mana guru atau anggota tim lebih banyak menjalankan fungsinya sebagai fasilitator belajar dan membimbing siswa dan kelompok siswa untuk mengembangkan penjelasan atas pendapat dan temuan mereka. Kemandirian siswa juga terlihat semakin lama semakin besar dengan indikator semakin berkurangnya siswa yang sekedar mencontek atau menirukan pendapat temannya.

SARI PENELITIAN

Kode : PTK.2006.03
Peneliti/Penulis : Sukestiyarno 1), Muslikhah 2), Titi Indriastuti2)
Institusi : 1) Universitas Negeri Semarang, 2) SMAN 14 Semarang
Judul : Upaya Menumbuhkan Semangat Siswa Mencapai Standar Kompetensi dengan Model Pembelajaran Heroik dan Turnamen Matematika SMA
Tahun Laporan : 2006
Bidang Ilmu : Pendidikan Matematika
Bidang Kajian : Pembelajaran Matematika
Kata Kunci : kepemimpinan heroik, turnamen matematika, ketuntasan belajar

Pembelajaran matematika dewasa ini masih saja menjadi sorotan masyarakat, bahwa matematika dipandang merupakan materi yang sukar. Belajar materi Peluang dan Statistika bagi siswa SMAN 14 Semarang merupakan materi murni yang membutuhkan penanganan khusus. Berdasar pengalaman sebelumnya masih nampak siswa mempunyai semangat belajr yang rendah. Dalam penelitian ini ditawarkan pembelajaran yang memerankan siswa menjadi pemimpin yang berjiwa heroik. Siswa diminta bekerja dalam kelompok menyelesaikan tugas terstruktur untuk materi yang belum diajarkan. Pada saat tatap muka, guru melakukan review materi dari bahan yang dipelajari melalui tugas terstruktur. Untuk pemantapan penguasaan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan mengajak siswa melaksanakan permainan turnamen matematika. Masalah penelitian ini difokuskan pada bagaimana penerapan strategi tersebut dapat meningkatkan keaktifan siswa belajar, keterampilan siswa bermain peran dan hasil belajar siswa.

Penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus ini diterapkan di SMAN 14 Semarang untuk kelas XI. Variabel penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam pembelajaran, keterampilan siswa bermain peran, dan hasil belajar siswa. Data diambil dengan lembar pengamatan untuk variabel keaktifan dan keterampilan proses. Untuk variabel hasil belajar data diambil dengan tes. Data hasil pengamatan dan hasil tes diskoring dan diolah serta disajikan secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan setelah melewati 3 siklus yang di dalamnya dilaksanakan refleksi, terlihat adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas dan rata-rata skor kelas pada ketiga variabel tersebut. Untuk jumlah siswa yang tuntas berturut-turut, pada variabel keaktifan 57%, 74% dan 94%, keterampilan proses 51%,77% dan 91%; dan hasil belajar 54%,65% dan 78%. Terlihat pada siklus terakhir, ketiga variabel mencapai ketuntasan. Jadi pembelajaran dengan strategi tersebut di atas dapat meningkatkan keaktifan, keterampilan proses dan hasil belajar.

Model pembelajaran heroik dan turnamen matematika dipandang penting dan menjanjikan perbaikan hasil belajar siswa. Siswa tertarik dan termotivasi untuk berakting melalui simulasi heroik yang diperankannya. Meskipun terdapat keraguan, ketakutan dan rasa malu namun melalui diskusi dan sosialisasi dengan sesama siswa, penelitian ini mendapatkan siswa semakin terampil berperan, aktif belajar dan bermain peran dan sekaligus meningkatkan hasil belajar mereka. Dalam mananamkan jiwa kepahlawanan semua anggota menjadi pemimpin di bidangnya. Turnamen matematika telah memacu siswa belajar lebih giat dan selalu mengambil peran sebagai aktor belajar yang aktif.

IMPLIKASI

Penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan meningkatnya keaktifan, keterampilan proses dan hasil belajar siswa dapat dinyatakan bahwa pembelajaran yang dilandasi jiwa kepahlawanan dan pemberian tugas terstruktur, serta dilanjutkan dengan permainan turnamen matematika telah berlangsung dengan baik. Untuk dapat melaksanakan strategi ini beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian. Pertama, siswa akan mengalami keraguan dan kebingungan maka untuk ini dibutuhkan penjelasan materi dan alur pembelajaran yang lebih kongkret. Melalui refleksi, pelaksanaan tugas terstruktur secara berkelompok berjalan efektif dan intensif. Pada pelaksanaan tatap muka diterapkan turnamen matematika untuk lebih meningkatkan keaktifan siswa belajar.
SARI PENELITIAN

Kode : PTK.2006.04
Peneliti/Penulis : Asdar 1), Usniah 2), Raehana Kadriah 2)
Institusi : 1) Universitas Negeri Makasar dan 2) SMAN 1 Sungguminasa Kab. Gowa
Judul : Implementasi Portofolio Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran Matematika Di SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa.
Tahun Laporan : 2006
Bidang Ilmu : Pendidikan Matematika
Bidang Kajian : Pembelajaran Matematika
Kata Kunci : portofolio, proses belajar, hasil belajar

Penelitian tindakan kelas (classroom action research) ini bertujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika siswa kelas 1 SMA Negeri Sungguminasa kabupaten Gowa. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa yang kurang memahami matematika yang dipelajari meskipun mereka dapat menyelesaikan soal matematika. Siswa tidak dapat menerapkan konsep matematika dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. Siswa beranggapan bahwa matematika tidak berkaitan dengan kehidupan dan siswa tidak mampu menyelesaikan soal yang berbeda dengan yang dicontohkan guru. Dalam penelitian ini pemecahan masalah tersebut dilakukan dengan mengimplementasikan portofolio berbasis asesmen otentik pada pembelajaran matematika di sekolah ini.

Pemberian tindakan dilaksanakan di kelas 13 SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa dengan jumlah siswa 46 orang, selama 10 bulan dan dilakukan selama dua siklus pada materi pembelajaran persamaan kuadrat pada siklus I dan fungsi kuadrat pada siklus II. Rancangan tindakan dimulai dengan menyusun format bentuk portofolio, isi tugas dalam asesmen portofolio, dan tindakan pembelajaran yang berorientasi pada proses matematisasi untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep, penalaran analitik, mengkomunikasikan dan pemecahan masalah. Perekaman data dilakukan dengan portofolio, rekaman tanya jawab di kelas, wawancara, observasi lapangan, catatan harian siswa dan tes hasil belajar siswa. Pengolahan dan penafsiran data diorientasikan pada perubahan yang terjadi pada kemajuan belajar, keterampilan, sikap, motivasi dan hasil belajar siswa.

Hasil penelitian tindakan kelas yang diperoleh adalah bahwa terdapat peningkatan kualitas proses pembelajaran matematika dicapai dengan mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematika, kemampuan penalaran analitik matematika, kemampuan pemecahan masalah, dan kemampuan mengkomunikasikan pemahaman matematika. Selain itu juga terdapat peningkatan aktivitas guru dari segi produktivitas dan aktivitas siswa dalam keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran matematika. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa sebesar 8,73%. Kemampuan penalaran analitik matematika siswa juga meningkat sebesar 7,06% dan terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 10,64%, dan peningkatan kemampuan mengkomunikasikan matematika siswa sebesar 14,57%. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi portofolio berbasis asesmen otentik dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika di SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa.

IMPLIKASI

Untuk dapat menerapkan tindakan implemantasi portofolio berbasis asesmen autentik beberapa hal berikut dapat menjadi panduan. Pertama, pra tindakan meliputi aktivitas: memotivasi dan menumbuhkan rasa tanggungjawab atas portofolio, menetapkan sampel dan kerja siswa, menetapkan kriteria evaluasi sampel kerja siswa, dan menjadualkan pelaksanaan portofolio. Kedua, tindakan utama meliputi pembelajaran matematika secara individual dan kelompok, pemberian tugas siswa, pengembangan rubrik penilaian, pengembangan evaluasi diri siswa, dan melaksanakan pertemuan portofolio antara peneliti dan guru. Guru sebaiknya melakukan observasi responsif yang berarti terbuka pandangan dan pikiran untuk menangkap data yang tidak terduga.
SARI PENELITIAN

Kode : PTK.2006.05
Peneliti/Penulis : Darmansyah 1), Azwarman 2), Erdawati 2)
Institusi : 1) Universitas Negeri Padang, 2) SMAN 7 Padang
Judul : Upaya Menciptakan Suasana Belajar Menyenangkan melalui Optimalisasi Jeda Strategis dengan Karikatur Humor pada Pelajaran Matematika Di SMA Negeri 7 Padang
Tahun Laporan : 2006
Bidang Ilmu : Pendidikan Matematika
Bidang Kajian : Pembelajaran Matematika
Kata Kunci : suasana belajar, jeda strategis, karikatur, humor

Permasalahan yang sering ditemui dalam pembelajaran matematika di SMAN 7 Padang adalah munculnya kejenuhan, tegang dan rendahnya motivasi siswa dalam belajar, sehingga hasil belajar kurang optimal. Hal ini selain disebabkan karakteristik matematika yang abstrak, berhirarkhi dan sulit dipahami, juga akibat strategi pembelajaran yang diterapkan guru cendrung monoton, kurang menarik dan membosankan.

Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus untuk menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan melalui optimalisasi jeda strategis menggunakan karikatur humor agar menciptakan suasana belajar menyenangkan di dalam kelas. Prosedur yang dilakukan adalah dengan memberikan istirahat sejenak yang disebut jeda strategis selama 2-3 menit setiap periode waktu 30 menit pembelajaran. Pada saat jeda strategis ini berlangsung, guru menyisipkan gambar karikatur humor dengan menayangkan melalui transparansi dan OHP yang dapat memancing tawa siswa dalam belajar. Diharapkan jeda strategis ini akan membantu siswa merevitalisasi semangat dan motivasi belajarnya dan kembali dapat belajar matematika dengan baik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penayangan gambar karikatur humor dapat memancing siswa untuk ketawa secara bersama-sama di dalam kelas. Dari hasil analisis observasi reaksi siswa pada saat jeda strategis dilaksanakan sebanyak 84,90% siswa ketawa. Analisis terhadap angket juga menunjukkan bahwa 85,42% siswa dapat tertawa setelah penayangan karikatur humor dalam jeda strategis. Dengan demikian optimalisasi jeda strategis melalui sisipan karikatur humor dapat menciptakan suasana belajar menyenangkan dan berdampak pula terhadap capaian hasil belajar. Berdasarkan analisis terhadap hasil belajar siswa menunjukkan angka rata-rata 71,02 yang relatif lebih tinggi daripada capaian hasil belajar sebelumnya.

Beberapa alasan keberhasilan penelitian ini diantaranya suasana belajar telah: memberikan stimulus yang baik pada fungsi otak neo korteks (otak berfikir) untuk memproses informasi, dan menghambat berfungsinya otak reptil (kejenuhan, kemarahan, ketidaksenangan dan ketegangan) yang mengganggu siswa belajar. Siswa kembali termotivasi untuk belajar dan tertarik untuk meningkatkan kemampuan belajarnya karena telah kembali segar karena adanya suasana yang menyenangkan dikarenakan karikatur humor yang disisipkan dalam jeda strategis tersebut.

IMPLIKASI

Hasil penelitian berkenaan optimalisasi jeda strategis dengan karikatur humor pada pelajaran matematika telah menciptakan suasana belajar menyenangkan di kelas. Untuk dapat melaksanakan strategi tersebut beberapa hal berikut dapat menjadi panduan: a) mempersiapkan bahan material karikatur humor dalam pembelajaran matematika, b) mempersiapkan waktu jeda strategis yang tepat guna meningkatkan suasana belajar, c) mempertimbangkan karakteristik karikatur yang digunakan (artistik, jelas maknanya, membahagiakan, dan sesuai dengan usia siswa, serta sesuai dengan materi matematika yang diajarkan), d) refleksi terhadap materi pelajaran matematika perlu dilaksanakan, dan e) refleksi terhadap karikatur juga perlu didiskusikan guna meningkatkan pemahaman karikatur dan keartistikannya.

Bidang Ilmu : Pendidikan Sains

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: