PERPUSTAKAAN BERBASIS MULTIMEDIA

s7300151-kcl1Library is very important for teaching and learning in school. It can be a learning source for students. In the library, students can find a lot of information which sometime cannot be found in the classroom. Students can select the information that really need. The teaching and learning in the classroom should make students enable develop their thinking. This is the main goal of mastering information. This idea is juxtapose with the goal of education. Remembering the importance of library in teaching and learning process, the school library should not only consist of books but also othermedia. In other words, library does not only refer to books but more than that, it can be manuscripts, pictures, cassettes, films, photos, slides, and other media. It is also famous as multimedia library

s7300149

Perpustakaan secara etimologi berasal dari kata “pustaka” yang berarti buku; begitupun dengan istilah “library” yang berasal dari kata Yunani “Tiber” yang berarti “buku”. Menurut Shaleh (1999: 11), perpustakaan adalah tempat pengumpulan pustaka atau kumpulan pustaka yang diatur dan disusun dengan sistem tertentu, sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat diketemukan dengan mudah dan cepat. Dalam pengertian ini dapat juga karya tulis (siswa), gambar hasil lukisan, karangan ataupun nyanyian yang dikasetkan. Sedangkan menurut Rosiana Sjahril Pamuncak (dalam Trianto, 2000), bahwa perpustakaan adalah tempat di mana buku-buku, dan bahan cetakan lainnya diatur dan diorganisasi rapi dengan maksud untuk dipergunakan bagi keperluan penelitian, informasi, dan studi bagi yang memerlukan. Adapun Adjat Sukri, dkk (dalam Soeatminah, 1992: 32), memberikan definisi bahwa perpustakaan adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka tersebut.

Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu perpustakaan hakekatnya kumpulan (koleksi) buku-buku atau pun media lain yang didalamnya terdapat sistem penyusunan, penyelenggaraan, staf organisasi, dan tatalaksana. Dalam konteks ini, perpustakaan memiliki fungsi yang sangat strategis, yaitu sebagai salah satu sarana pendidikan yang bersifat teknis educatif dan ikut menentukan berlangsungnya proses pendidikan secara integral.

Pada dasarnya perpustakaan dapat dibedakan berdasarkan sifat, penyelenggara dan tujuan, serta ragam koleksinya. Berdasarkan sifatnya perpustakaan dibedakan menjadi dua jenis: (1) Perpustakaan Umum yaitu kumpulan atau koleksi buku-buku yang terdiri atas bermacam-macam nama dan ditulis dalam bermacam-macam bahasa, baik yang dicetak maupun yang tidak dicetak, berada dalam suatu ruangan bangunan; (2) Perpustakaan Khusus yaitu perpustakaan yang memiliki sifat kekhususan, baik ditinjau dari segi koleksi buku dan pemakai perpustakaan tersebut. Ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh perpustakaan khusus, meliputi: (a) koleksi bersifat khusus; (b) pelayanan bersifat khusus; (c) staf khusus yaitu untuk bidang dan metodologi tertentu; dan (d) melayani pemakai tertentu (Shaleh, 1999: 11).

Berdasarkan Penyelenggara dan tujuannya perpustakaan digolongkan menjadi: (1) Perpustakaan Nasional, yaitu perpustakaan yang didirikan dan diselenggarakan oleh negara bertugas untuk mengumpulkan koleksi-koleksi yang diterbitkan di dalam suatu negara; (2) Perpustakaan Universitas, yaitu perpustakaan yang didirikan dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi dengan tujuan menunjang program perkuliahan, penelitian dan pengembangan yang dilakukan; (3) Perpustakaan Sekolah, yaitu perpustakaan yang didirikan dan diselenggarakan oleh sekolah yang berfungsi sebagai alat belajar mengajar di tingkat sekolah; (4) Perpustakaan Organisatoris, yaitu perpustakaan yang didirikan dan diselenggarakan oleh suatu organisasi tertentu dengan cara memberikan informasi bagi organisasi dan tempat pembinaan kecakapan dan tempat rekreasi bagi para anggota; dan (5) Perpustakaan Perseorangan,Pribadi (individual), perpustakaan yang didirikan dan dikelola secara perorangan.

Berdasarkan ragam koleksi yang tersimpan, perpustakaan dibedakan menjadi: (1) Perpustakaan Konvensional yaitu perpustakaan yang ragam koleksinya terbatas pada media cetak (buku) sebagaimana yang terlihat pada perpustakaan umumnya: dan (2) Perpustakaan Multimedia yaitu perpustakaan yang ragam koleksinya tidak terbatas pada media cetak (buku) saja, tetapi berisi media lain yang beragam, baik cetak, suara (audio), maupun gambar (video) terfisualisasikan, bahkan penggunaan teknologi informatika yang canggih. I Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan Sekolah menurut Soeatminah (1992: 39), adalah perpustakaan yang ada di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Sesuai dengan namanya Perpustakaan Sekolah memiliki karakteristik, antara lain: (1) melayani anak-anak sekolah; (2) memerlukan staf yang mengerti ilmu jiwa pendidikan; (3) harus turut serta dalam program pendidikan di sekolah; (4) mempunyai perlengkapan yang menarik untuk lingkungan yang dilayani; dan (5) dipimpin dan diatur oleh tenaga yang dilatih khusus untuk perpustakaan sekolah (Shaleh, 1999: 12).

Tujuan Perpustakaan Sekolah tidak lepas dari fungsi perpustakaan. Tujuan perpustakaan sekolah pada dasarnya bertujuan untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan, yaitu: (1) menumbuhkan, menanamkan serta membina minat anak didik untuk membaca, dengan maksud menjadikan membaca sebagai habit dan hobbi (2) memperluas horizon pengetahuan anak didik; dan (3) membantu perkembangan bahasa dan daya pikir anak didik serta memberikan dorongan kepada anak didik ke arah self studi.

Berkaitan dengan hal tersebut, perpustakaan dalam fungsinya setidaknya mengemban dua togas pokok, yaitu:

a. Tugas Ilmiah

Berkaitan dengan tugas ilmiah, perpustakaan sekolah berfungsi menyimpan dan mengembangkan sains atau basil budaya. Hal ini agar apa yang telah diperolah oleh orang-orang terdahulu tidak hilang, supaya dapat dihubungkan dan digunakan oleh generasi lebih lanjut sebagai generasi penerus

b. Tugas sosial

Berkaitan dengan tugas ini, perpustakaan sekolah berfungsi melayani siapa saja yang membutuhkan bahan sebagai sumber dari perpustakaan, antara lain penerangan, petunjuk atau penyiapan bahan-bahan yang diperlukan.

Peranan perpustakaan sekolah dalam kehidupan anak didik amat penting. Peranan perpustakaan sekolah tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek, antara lain: (1) Sains dan teknologi yang berkembang secara pesat dari masa ke masa baik vertikal maupun horizontal, sehingga tak seorangpun dewasa ini mampu menguasai seluruh ilmu yang ada; (2) Bagi orang yang bergelut dalam dunia pendidikan dan penelitian selalu memerlukan bantuan dari buku atau media lain; dan (3) Tidak semua buku atau media yang diperlukan dimiliki seseorang, oleh karena itu perlu perpustakaan (Shaleh, 1999: 16).

Berdasarkan bahan rujukan yang ada diperpustakaan maka perpustakaan sekolah memiliki peran, antara lain: (1) sumber bahan perbandingan dengan apa yang sudah diketahui; dan untuk mengetahui suatu cabang sains serta pengertian yang benar; (2) sumber bahan untuk memperdalam suatu cabang ilmu, khususnya di dalam pelaksanaan pendidikan; (3) sumber bahan untuk mengetahui dan mengikuti laju perkembangan ilmu dan kebudayaan, dan juga dapat dijadikan sebagai bahan referensi; (4) sumber bahan latihan kreasi dan apresiasi, serta sebagai serana untuk membangkitkan dan membina niat baca anak didik; dan untuk memecahkan masalah yang dihadapi; dan (5) sebagai medan latihan bagi anak didik agar mampu mempergunakan koleksi perpustakaan dengan baik, tanpa kesukaran dan tanpa pertolongan orang lain

URGENSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENUJU PERPUSTAKAAN MULTIMEDIA

1. Pengertian Perpustakaan Multimedia

Dalam perkembangannya makna leksikal perpustakaan yang berarti kumpulan buku-buku telah mengalami pergeseran secara subtansial. Artinya, perpustakaan sekarang bukan hanya berisi bahan-bahan pustaka, tetapi juga berisi media lain yang beragam (multimedia). Dengan kata lain, perkataan pustaka lebih luas dari perkataan buku. Bahan-bahan pustaka dapat berupa naskah, gambar, kaset, film, foto, slide, dan media lainnya. Perpustakaan yang memiliki aneka ragam koleksi tersebut biasa disebut dengan perpustakaan multimedia. Perpustakaan yang koleksinya beranekaragam tersebut disebut dengan perpustakaan multimedia (Mudjito, 1993).

Kenyataannya ini dapat dilihat di negara-negara maju bahwa koleksi perpustakaan selain kumpulan berbagai buku (seperti buku referensi maupun bacaan dan sejenisnya, majalah, surat kabar, pamflet/selebaran) ditambah dan dilengkapi lagi dengan media lain seperti slide, filmstrip, film-movie, rekaman (baik kaset, piringan hitam, vidiotape, CD, Disket, flashdisk) dan microfilm. Bahkan koleksi tersebut ditambah dan diperluas lagi dengan CTV (cab1e television), globe, peta, model, realita, alat-alat permainan. Dan yang paling mutakhir yang menjadi koleksi perpusakaan adalah penggunaan IT (information of Technology) berupa internet yang mampu mengakses sumber informasi dari berbagai bangsa dan negara tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

a. Buku

Buku merupakan koleksi media cetak perpustakaan yang memegang monopoli sebagai koleksi utama. Hal ini cukuplah logis, karena buku pada dasarnya merupakan unsur dasar dalam perpustakaan. Biasanya buku-buku tersebut dipilih berdasarkan tiga kriteria utama yang dinilai sebagai buku yang terbaik, banyak dibutuhkan oleh para pengunjung perpustakaan, dan yang harganya paling murah.

Meski demikian yang perlu diingat, bahwa kualitas perpustakaan tidak hanya diukur dari banyaknya koleksi yang dimiliki, tetapi koleksi yang baik adalah dapat melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat pemakainya. Menurut Kailani (1999: 11), untuk mewujudkan kualitas perpustakaan diperlukan usaha koleksi meliputi pemilihan yang tepat, terarah, dan terpadu dengan kepentingan (anak didik). Adapun dalam menentukan referensi yang baik diperlukan kriteria-kriteria: (1) sesuai dengan kebutuhan, baik riil maupun potensial; (2) tahun terbitan yang paling mutahir (edisi baru); (3) penulis atau pengarang sangat terkenal; (4) Penerbit sudah terkenal; (5) Isi referensi, baik, bermutu serta tidak dilarang pemerintah; (6) sosok tampilan fisik buku: kulit, tipografi, sumber/lukisan/grafik jelas dan berkualitas; dan (7) tercetak dan terekam.

Ditinjau dari peredarannya, buku-buku perpustakaan dapat digolongkan atas buku sirkulasi, yaitu buku yang dapat dipinjamkan dalam periode tertentu, dan buku referensi, yaitu buku petunjuk yang dapat dipergunakan untuk menemukan fakta atau data tertentu. Mengingat sifatnya sebagai buku petunjuk (misalnya kamus, almanak, ensiklopedi dan lain-lain), maka buku-buku referensi biasanya hanya dapat digunakan di dalam perpustakaan saja dan tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang.

Ditinjau dari tebal tipisnya sampul, buku-buku perpustakaan dapat dibagi atas buku-buku yang berkulit tebal (hard bound books) dan buku-buku yang berkulit tipis (papaerback).

Ditinjau dari segi isinya, buku-buku dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa macam golongan tergantung pada sistem mana yang dipakai. Klasifikasi terkenal yang dikembangkan adalah yang disusun oleh Melvil Dewey (Mudjito, 1993), yaitu yang membagi ilmu pengetahuan menjadi 10 golongan antara lain: Filsafat, Agama, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa, Ilmu Pengetahuan Murni, Teknologi, Kesenian, Kesusasteraan, Sejarah/Geografi, dan Kelompok Umum.

b. Majalah, Surat kabar, dan pamplet

Majalah dan surat kabar merupakan koleksi kedua di samping buku. Bentuk dan jenis majalah dan surat kabar dewasa ini sangat plural, seperti Majalah Pendidikan Media, Majalah Seni-Budaya Bende, Majalah Wanita, Kartini dan sebagainya. Sedangkan surat kabar dikenal Jawa Pos, Surya, Kompas, Republika dan sebagainya. Biasanya majalah atau surat kabar tersebut dijilid dalam satu kesatuan dalam kurun waktu satu tahun.

Pamplet (vertical ale collection) adalah publikasi yang terdiri atas beberapa lembar bahan cetakan, yang isinya terdiri dari hal-hal yang menarik perhatian umum, keagamaan, sosial ekonomi atau politik.

Apabila surat kabar dan majalah dijadikan koleksi perpustakaan karena penerbitannya teratur dan isinya memenuhi selera pembaca, maka pamflet dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: (1) isinya bersifat khusus, yang tidak dimuat dalam majalah atau surat kabar; (2) uraiannya singkat tetapi up to date; (3) penulisnya orang-orang dari lembaga yang berwenang; (4) bebas dari iklan atau reklame; dan (5) harganya murah atau bahkan diberikan secara gratis. Disamping majalah, surat kabar, dan pamplet biasanya dalam perpustakaan dilengkapi dengan brosur yaitu tulisan yang berisi uraian singkat tentang informasi tertentu.

c. Slide dan filmstrip

Slide adalah gambar tidak bergerak tunggal, sedangkan filmstrip adalah sekelompok atau sejumlah gambar-gambar tidak bergerak pada satu rol film. Dibandingkan dengan gambar-gambar pada buku, gambar yang diproyeksikan dari slide dan filmstrip lebih terang, lebih jelas, dan dapat diproyeksikan pada layar yang lebih lebar sehingga dapat dilihat dan dinikmati oleh sejumlah besar penonton.

d. Film 8 mm dan 16 mm

Film 8 mm dan 16 mm merupakan bagian dari movie-film atau motion picture film. Jenis-jenis train dari movie film ini adalah film-film ukuran 35 min, 70 nun, dan 105 mm. Yang biasa menjadi koleksi perpustakaan adalah film 8 mm dan 16 mm. Dibandingkan dengan slide dan filmstrip, film 8 mm dan 16 mm memiliki beberapa keunggulan, yaitu film-film tersebut memproyeksikan gambar-gambar yang dapat bergerak (video), dapat langsung berisi suara/audio (suaranya disatukan dalam film), sehingga tidak perlu menyetel seperti halnya pada slide dan filmstrip, dan dapat mengandung suatu cerita yang merupakan satu kesatuan yang lebih hidup dan menarik.

e. Microform

Microform merupakan transitorisasi dari halaman-halasnan buku, artinya halainan yang terdapat pada buku dibuatkan dalam bentuk mikro, sehingga satu buku dapat dibuat hanya dalam satu lembar microform. Keuntungan microform antara lain menghemat tempat, harganya murah, dan dapat menyimpan buku-buku lama ytang halaman-halamannya telah rusak. Selain itu microform tahan lama dan gampang dibaca asalkan ada peralatannya.

f. Bahan-bahan rekaman

Bahan rekaman yang menjadi koleksi perpustakaan dewasa beraneka ragam. Bahanbahan rekaman tersebut dapat berupa tapes (musik, cerita, pidato-pidato, serta laporan hash penelitian, dan lainnya), piringan hitam, dan kaset. Dengan perkembangan teknologi infonnatika melalui komputer bahan-bahan rekaman semakin banyak jenisnya seperti disket, compact disc (CD), video compact disc (VCD), dan flash disc.

g. Radio dan Televisi Kabel

Perkembangan terbaru dari penyampaian program televisi adalah cable television dan videodisc. Cable Television yang terkenal dipergunakan sebagai Community Antenna Television (CATV) yaitu suatu servis yang biasanya dimiliki secara privat yang memasang sebuah antena induk dan dari antena induk tersebut mendistribusikan siarannya lewat kabei kepada pare langganannya dalam sate radius geografis tertentu.

Videodisc adalah video yang berbentuk piringan. Videodisc memiliki kelebihan dibandingkan dengan videotape sebab videodisc dapat diproduksi besar-besaran secara lebih mudah, lebih murah harganya, lebih gampang dioperasikan, dan dapat memuat informasi yang lebih banyak.

h. Komputer, LCD dan Internet

Dewasa ini suatu perpustakaan telah menggunakan fasilitas teknolagi informatika yang super canggih berupa komputer, laptop dan internet. Melalui computer atau laptop, para siswa dapat langsung me-resume dan mem-printout infomasi yang berasal dari buku dan lain-lain. LCD merupakan alat bantu tayang yang memproyeksikan gambar-gambar baik bergerak maupun diam ataupun infomasi tulis pada suatu layer. Dengan kata lain LCD ini berfungsi memproyeksikan gambar atau data yang biasanya berasal dari komputer ataupun laptop. Sedangkan melalui internet mereka dapat secara langsung mengakses setiap informasi yang up to date dalam waktu relatif singkat dari seluruh penjuru dunia tanpa batas ruang dan waktu. Melalui internet setiap siswa dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan dengan mengakses melalui situs (vibe site) yang telah disediakan dengan cara men-download.

2. Peran Penting Perpustakaan Multimedia Sekolah bagi Anak Didik

Perpustakaan multimedia memiliki kedudukan yang sangat penting dan memiliki anti yang besar dalam rangka pengembangan sikap senang membaca dan sikap menyenangi buku. Melalui perpustakaan multimedia dapat dikembangkan cakrawala pandangan terhadap sains dan teknologi, sosial, budaya, dan alam seisinya.

Bagi anak didik, perpustakaan multimedia sangat penting karena dapat menolong anak didik untuk aktif mencari sendiri ape-ape yang hares dipelajari, dan dapat menolong menghubungkannya. Keaktifan anak didik dalam menggunakan perpustakaan dapat pula membenikan pengembangan jiwa, dan bakat, dan membantu dalam proses pembelajaran secara bilat dan utuh (Shaleh, 1999: 9).

Menurut Mudjito (1993), perpustakaan multimedia secara umum memiliki 5 (lima) peranan penting, antara lain: media edukasi, pusat informasi, media referensi, pusat dokumentasi, den media rekreasi.

a. Media Edukasi

Dalam perpustakaan, peserta didik akan mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk menambah dan mengembangkan perbendaharaan serta wawasan ilmu pengethauan dan teknologi dan juga cakrawala berpikir dengan beraneka cabang ilmu pengetahuan (interdisiplin ilmu pengetahuan ).

Melalui koleksi tersebut peserta didik mendapat informasi dari hal-hal yang belum diketahui sebagai pengetahuan baru (new knowledge). Dengan demikian setiap anak didik selalu berusaha agar pengetahuannya selalu up to date. Karena itu perpustakaan multimedia dapat membantu mengembangkan pengetahuan bagi diri mereka.

b. Pusat Informasi

Dalam perpustakaan terdapat koleksi-koleksi yang meliputi beraneka ragam pengetahuan, seperii rekaman basil kebudayaan manusia, perkembangan gerak dunia, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di berbagai belahan bumi bahkan juga ruang angkasa, baik lampau maupun sekarang, serta gambaran masa depan.

Dengan mengingat isi perpustakaan multimedia yang komprehenship dan ragam, maka secara otomatis menyediakan informasi luas yang diperlukan oleh anak didik.

c. Media Referensi

Dengan mengingat bahwa perpustakaan berisikan berbagai macaw buku pengetahuan, kumpulan buku atau sumber lain dari berbagai disiplin ilmu. Dengan kata lain di perpustakaan tersedia berbagai macam literatur atau referensi penting. Jadi referensi yang diperlukan oleh anak didik tersebut disediakan oleh perpustakaan multimedia.

d. Pusat Dokumentasi

Dalam perpustakaan memuat juga laporan pertanggungjawaban pemerintah, instansi dan juga pidato-pidato kenegaraan, serta peraturan perundang undangan. Sehingga di perpustakaan ini tersimpan dokumen-dokumen Negara pemerintah baik pusat maupun daerah. Selain itu juga terdapat hasil-hasil laporan penelitian yang sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dokumen-dokumen penting sebagai isi perpustakaan multimedia tersebut biasanya termuat dalam media cetak maupun yang termuat dalam microform (seperti microchips) dan sangat diperlukan oleh anak didik.

e. Media Rekreasi

Perpustakaan pada dasarnya tidak sekedar menyajikan buku-buku ataupun sumber ilmiah dan ilmu pengetahuan lainnya, tetapi juga berisi aneka ragam sumber (buku) bacaan ringan, buku cerita, dan buku anak-anak (fantasi, horror, humor, petualangan dan lainnya). Dengan kata lain, bahwa dalam perpustakaan multimedia tersedia juga buku-buku, kaset, piringan hitam, majalah, televisi dan juga Internet yang dapat menjadi media hiburan yang bersifat rekreatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: